Selamat Idulfitri

Tulisan ini saya buat jelang Lebaran setelah pulang dari pusat perbelanjaan. Banyak sekali di mal, swalayan, atau toko-toko yang memasang spanduk dengan tulisan ‘Selamat Hari Raya Idul Fitri’ dan ada juga yang mengatakan ‘Lebaran Idul Fitri’. Sampai di sini, saya merasa terganggu dengan penulisan ‘Idul Fitri’ yang seharusnya ditulis ‘Idulfitri’.

Tidak sedikit orang yang menulis ‘Idulfitri’ dengan ‘Idul Fitri’. Iklan di televisi pun sudah lazim dengan istilah ‘Idul Fitri’. Bahkan di mesin pencarian Google, ketika kita mengetik ‘Idulfitri’ akan disalahkan dan diberikan tawaran perbaikan, ‘Mungkin maksud Anda adalah: Idul Fitri’.  

Kata ‘Idulfitri’ memang berasal dari dua kata bahasa Arab: عِيْدُ yang bermakna ‘hari raya’ dan الفِطْرِ bermakna ‘makan’ atau ‘makanan’. Jadi, secara harfiah Idulfitri diartikan dengan Hari Raya Makanan. Kaidah penyerapan bahasa asing haruslah mudah ketika diucapkan orang Indonesia, maka jadilah Idulfitri. Ditulis serangkai karena ‘Id’ dikenal sebagai unsur terikat yang tidak bisa berdiri sendiri atau harus disandarkan dengan kalimat yang menyertainya.

Lalu, bagaimana dengan salah kaprah pada masyarakat yang tidak menuliskan Idulfitri? Definisi salah kaprah menurut KBBI yakni; kesalahan yang umum sekali sehingga orang tidak merasakan sebagai kesalahan. Jika kesalahan selalu dibiarkan, maka bahasa kita akan terus diabaikan dan bisa berakhir punah. Semoga kejayaan dan kebaikan selalu menaungi negera kita tercinta, Indonesia. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s